Endros TEKNOLOGI  PEDESAAN

Kamis, 18 September 2008

Hama tanaman padi

Yang disebut hama tanaman padi adalah jenis binatang yang memakan dan atau menghisap zat makanan tanaman padi sehingga terjadi kerusakan yang mengakibatkan kerugian. Hama tanaman padi meliputi Tikus, Ulat tanah, Ulat Grayak, Penggrek batang, Nematoda, Anjing tanah, Uret, Kutu akar padi, Ganjur, Pengorok daun, Wereng coklat, Wereng hijau, Walang sangit, Kepik, Ulat Mythimna separata

Tikus (Rattus rattus argentiventer)
Tikus ini berwarna hitam di sepanjang tubuh, betina mempunyai 6 pasang kelenjar susu. Kebiasaan tikus ini adalah mengerat, meskipun tanaman padi belum berbuah, tetapi dapat rusak karena dikeret oleh tikus. Menyerang di pesemaian, masa vegetatif, masa generatif, masa panen, tempat penyimpanan. Tikus pandai berenang, menyelam, meloncat, memanjat, menjatuhkan diri dari tempat tinggi, sebagai binatang malam. Tikus betina sekali melahirkan antara 4 – 12 ekor anak.
Pengendalian dengan pemasangan Umpan beracun ( waktu yang tepat adalah saat bero, waktu semai, masa vegetatif)
Racun Antikoagulan, yaitu racun yang mematikan tikus setelah makan umpan 3 -5 hari kemudian. Jenis racun ini misalnya Klerat RM, Warfarin, Dipacin, Tomorin, Racumin.
Racun akut, yaitu racun yang mematikan setelah tikus makan umpan beberapa jam kemudian, kelemahannya tikus menjadi jera kalau melihat temannya mati. Jenis racun ini misalnya Zinkphosphide.
Lakukan gropyokan dengan mengerahkan para petani untuk memburu, membunuh semua tikus dengan cara membongkar sarang tikus. Jika tidak serentak dilakukan dengan besar-besaran di suatu hamparan sawah maka tidak efektif. Waktu yang tepat melakukan gropyokan adalah pada saat lepas panen.

Lakukan emposan atau fumigasi yaitu dengan cara membakar campuran belerang dan merang atau sabut kelapa kedalam lubang tikus. Sebelum lakukan penyumbatan pada setip lubang yang menghadap keluar dari petakan sawah. Setelah merang dan sabut kelapa terbakar bersama belerang maka lakukan peniupan agar semua terbakar, yang lebih praktis adalah menggunakan alat emposan. Setelah selesai maka tutup semua lubang, maka tikus akan mati dalam beberapa menit. Saat yang tepat melakukan fumigasi yaitu pada masa generatif.

Lakukan pemasangan perangkap dengan bubu pada setiap jarak tertentu di sepanjang pinggir persawahan.

Penanaman padi secara serentak bermanfaat agar tikus tidak memusat pada suatu areal pertanaman.

Ulat tanah(Agrotis ipsilon)
Ordo Lepidoptera, famili Noctuide. Ulat berwarna hitam, pupa berwarna cokelat kehitaman dan imago berwarna abu-abu, sayapnya cokelat. Imago betina selama hidupnya mampu bertelur hingga 1800 telur. Pada siang hari ulat bersembunyi di dalam tanah dan aktif menyerang tanaman pada sore dan malam hari.
Pengendalian ulat ini diarahkan pada cara bercocoktanam yang lebih baik seperti pengolahan tanah yang intensif sehingga mampu menekan kehidupan larva dan pupa.

Ulat grayak (Spodoptera mauritia, S.Litura, S.Exigua, S.Exempta)
Termasuk Ordo Lepidoptera, famili Noctuidae.
Ulat grayak sering disebut dengan ulat tentara (army worm). Telur berkelompok hingga 400 butir dan ditutup dengan lapisan lilin berwarna cokelat keabu-abuan. Setiap imago betina mampu produksi telur hingga 1500 butir. Larva berwarna hijau dengan garis putih di sepanjang tubuhnya. Semakin dewasa garis berubah menjadi cokelat kehitaman. Pupa berwarna cokelat kehitaman dan berada didalam tanah. Perkembangan telur hingga menjadi ngengat selama satu bulan.
Pengendalian dilakukan dengan pengolahan tanah yang baik, irigasi yang baik, membersihkan gulma disekitar tanaman. Penggunaan insektisida berupa insektisida sistemik atau insektisida racun perut.

Penggerek batang padi
Penggerek batang padi bergaris

(Chilo supressalis)
Larva berwarna abu-abu, kepala kuning, garis ungu disepanjang tubuh, ngengat berwarna seperti jerami.

(Chilo polychrysus)
Larva berwarna putih dan terdapat lima garis abu-abu – ungu disepanjang tubuhnya. Ngengat berwarna keperakan pada seyapnya, ngenget betina mapu bertelur hingga 200 telur.

Penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas)
Larva berwarna kuning, ngengat betina berwarna kuning dan ngengat jantan berwarna cokelat abu-abu dengan ukuran lebih kecil dari betina.
Penggerek batang padi putih (Scirpophaga innotata)
Penggerek batang padi jingga (Sesamia inferens)

Lalat bibit (Atherigona exigua, A. Oryzae)
Lalat bibit meletakkan telur pada pelepah daun padi pada senja hari. Telur menetas setelah dua hari dan larva merusak titik tumbuh. Pupa berwarna kuning kecoklatan terletak di dalam tanah. Setelah keluar dari pupa selama 1 minggu menjadi imago yang siap kawin. Hama ini menyerang terutama pada kondisi kelembaban udara tinggi. Pengendaliannya diutamakan pada penanaman varitas yang tahan.

Nematoda
Indonesi belum pernah dilaporkan adanya serangan Nematoda yang menghebohkan. Nematoda yang merusak tanaman padi adalah Aphelenchoides besseyi, Ditylenchus angustus, Hirachmanniella Radhopholus, Hirachmanniella Rotylenchus.

Anjing tanah (Gryllotalpa hirsuta atau Gryllotalpa africana)
Anjing tanah juga disebut orong-orong hidup dibawah tanah yang lembab dengan membuat terowongan. Hama ini juga memakan hewan-hewan kecil (predator), tetapi tingkat kerusakan tanaman lebih besar dari pada manfaatnya sebagai predator. Nimfa muda memakan humus dan akar tanaman, imago betina sayapnya berkembang setengah, yang jantan dapat mengerik di senja hari. Pengendaliannya diarahkan pada pengolahan tanah yang baik agar terowongan rusak.

Uret (Exopholis hypoleuca, Leucopholis rorida, Phyllophaga helleri)
Uret adalah larva serangga berordo Coleoptera famili Melolonthidae, uret yang merusak tanaman padi terdiri dari spesies Exopholis hypoleuca, Leucopholis rorida, Phyllophaga helleri
Perkembangan hidup ketiga uret tersebut sama yaitu dari telur – larva (uret) – pupa – imago (kumbang). Kumbang hanya makan sedikit daun-daunan dan tidak begitu merusak dibanding uretnya. Pengendalian diarahkan pada sistem bercocok tanam yang baik agar vigor tanaman baik.

Kutu akar padi (Tetraneura nigriabdominalis)
Kutu akar padi berwarna kuning dengan kaki hitam, kutu bergerombol pada akar padi atau pangkal batang padi menghisap cairan tanaman.

Ganjur (Orseolia oryzae)
Hama ganjur sejenis lalat ordo Diptera. Ngengat betina hanya kawin satu kali seumur hidupnya, bertelur antara 100-250 telur. Telur berwarna coklat kemerahan dan menetas setelah 3 hari. Larva makan jaringan tanaman diantara lipatan daun padi, pertumbuhan daun padi jadi tidak normal. Pucuk tanaman menjadi kering dan mudah dicabut. Masa larva selama 6 – 12 hari. Siklus hidup keseluruhan 19 – 26 hari.
Pengendalian diarahkan pada penanaman varietas yang resisten, penggenangan areal pertanaman sesudah panen agar pupanya mati.
Parasit Platygaster oryzae (Hymenoptera, Scelionidae), penggunaan insektisida tidak dianjurkan karena tidak efisien.

Pengorok daun
Pengorok daun memakan jaringan daun yang terdapat di antara epidermis atas dan bawah daun, seperti membuat terowongan.
Pengorok daun atau hama putih (Nymphola depunctalis) dan hama putih palsu (Cnaphalocrosis medinalis)
Pengorok daun atau hama putih (Nymphola depunctalis) menyerang daun padi sejak dipesemaian hingga dilapang. Daun padi yang telah dikorok menjadi putih, tinggal kerangka daunnya saja, ngengat berwarna putih dengan benang-benang cokelat pada bagian sayapnya sehingga sering disebut hama putih. Ngengat betina dapat hidup 8 hari dan menghasilkan telur kira-kira 50 telur. Larva bersifat semi aquatik, memanfaatkan air sebagai sumber oksigen. Larva membuat gulungan/kantung dari daun padi kemudian menjatuhkan diri ke air. Larva berwarna hijau, perkembanga sampai menjadi pupa 14 – 20 hari. Stadia pupa 4 – 7 hari.
Pengendalian dengan cara meniadakan genangan air pada pesemaian sehingga larva tidak dapat memanfaatkan air sebagai sumber oksigen. Lalat Tabanidae dan semut Solenopsis gemitata merupakan musuh alami.

Wereng coklat (Nilaparvata lugens)
Termasuk ordo Homoptera, famili Delphacidae. Perkembangan hidupnya telur – nimfa – imago. Serangga perusaknya nimfa dan imago, nimfa mengalami 5 kali ganti kulit (5 instar). Stadia nimfa berlangsung kira-kira 30 hari. Imago betina dapat bertelur hingga 600 telur, yang diletakkan berjajar 5 – 30 telur per kelompok. Tanaman muda yang terserang akan menguning dan mati, tanaman tua pertumbuhannya akan merana dan bulir padi akan hampa. Wereng coklat menghisap cairan tanaman sehingga pada tanaman padi yang terserang secara luas terlihat gejala terbakar (hopper burn) yang sering disebut puso.
Pengendalian diutamakan dengan menanam varietas yang resisten, pengaturan pola tanam, penanaman secara serentak, rotasi tanaman secara serentak. Pembakaran sisi tanaman dapat memutus siklus hidup wereng coklat.
Penggunaan insektisida dilakukan jika populasi wereng sudah 5 ekor atau lebih per rumpun tanaman yang berumur kurang 40 hari, populasi 20 ekor per rumpun tanaman yang berumur lebih 40 hari. Pestisida nabati berupa daun sirsak segar 250 gr, diremuk ditambah 0,5 lt air. Saring dan penggunaannya di tambah air 13 lt. Contoh insektisida yang dapat digunakan adalah Regent 80 WG, Applaud 10 WP, Virtako 300 EC

Wereng hijau(Nephotettix spp)
Termasuk ordo Homoptera famili Jassidae (cicadellidae) Perkembangan hidupnya telur – nimfa – imago. Imago meletakkan telurnya berkelompok hingga 25 telur. Produksi telur dapat mencapai 200 telur. Nimfa muda berwarna putih kemudian berangsur-angsur menjadi hijau. Wereng hijau terutama menyerang daun tetapi tidak berarti, hanya saja wereng hijau berperan sebagai vektor penyakit virus tungro dan penyakit mikoplasma kerdil kuning.
Pengendalian diutamakan dengan menanam varietas yang resisten, pengaturan pola tanam, penanaman secara serentak, rotasi tanaman secara serentak. Pembakaran sisi tanaman dapat memutus siklus hidup wereng coklat.
Penggunaan insektisida dilakukan jika populasi wereng sudah 5 ekor atau lebih per rumpun tanaman yang berumur kurang 40 hari, populasi 20 ekor per rumpun tanaman yang berumur lebih 40 hari. Pestisida nabati berupa daun sirsak segar 250 gr, diremuk ditambah 0,5 lt air. Saring dan penggunaannya di tambah air 13 lt.
Contoh insektisida yang dapat digunakan adalah Regent 80 WG, Applaud 10 WP, Virtako 300 EC

Walang sangit(Leptocoriza oratorius)
Serangga betina menghasilkan 100-200 telur diletakkan pada daun bendera. Nimfa berwarna hijau berangsur-angsur menjadi coklat. Mengalami ganti kulit 5 kali. Stadia nimfa mencapai 27 hari. Imago dapat hidup hingga 115 hari.
Baik nimfa maupun imago melakukan serangan dengan cara menghisap cairan buah, menyebabkan buah jadi hampa. Bekas tusukannya berwarna bercak putih dan lama-kelamaan menjadi coklat atau hitam karena ditumbuhi cendawan Helminthosporium. Pengendalian dengan melakukan penanaman serentak, atau penyemprotan insektisida.

Kepik (Nezara viridula)
Kepik menyerang buah padi tetapi kerusakan yang ditimbulkannya sangat kecil. Jika dilakukan pengendalian dengan insektisida maka tidak efisien.

Ulat Mythimna separata
Ulat ini juga disebut ulat tentara seperti ulat Spodoptera Litura (ulat grayak). Ulat ini menyerang daun dan bulir padi.
Lakukan penyemprotan dengan salah satu obat hama seperti Decis 2,5 EC, Curacron 500 EC, Orthene 75 Sp, Match 50 EC, Hostathion 40 EC.

1 Komentar:

  • As.Alaikum...Salam kenal Pak.Endro....sempat mampir disini, cukup memberi inspirasi..Bila berkenan mohon ke blog sy juga ya...Salam sukses

    Oleh Blogger asrul hoesein, Pada 18 April 2010 06.03  

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]



Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda